Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Indonesia. Show all posts

Thursday, 8 August 2013

Shaf Rapat Perkuat Umat

0 comments
Allahu akbar... Allahu akbar... Allahu akbar
Laa ilaaha illallah... Allahu Akbar...
Allahu akbar... wa lillahilhamdu...

Suara takbir bertalu-talu. Terdengar syahdu, meski tak sesyahdu beberapa tahun lalu. Malah mungkin hanya terdengar merdu karena beriringan dengan alunan musik yang terus memburu. Iring-iringan manusia pagi-pagi buta menuju masjid maupun lapangan. Ada yang datang bersama keluarga, teman atau handai taulan. Setiap orang datang dengan baju terbaiknya.

Wednesday, 7 August 2013

Sunni dan Syiah. Perdamaian Yang Sangat Mungkin

1 comments
Postingan pertama di bulan Agustus. Sebenarnya catatan ini sudah ngantri di dalam folder ‘corat-coret’ sejak bulan Juni, tapi baru bisa –tepatnya baru rajin- menyelesaikan.

Banyak yang mengeluh kenapa ummat Islam banyak yang berseteru, padahal sama-sama Muslim. Yang menjadi fokus dalam postingan kali ini adalah perseteruan antara Sunni dan Syiah.

Sunday, 7 July 2013

Dua Hal Yang Terlupakan

1 comments
Islam memiliki dua hal luar biasa yang merupakan pilar kekuatan umat. Dua hal ini apabila diamalkan akan mengembalikan kejayaan Islam yang  pernah ada. Sayangnya dua hal penting ini kurang banyak diperhatikan oleh ummat Islam. Walhasil umat Islam saat ini terjajah bahkan di negara dengan mayoritas Islam sekalipun. Dua pilar kekuatan umat Islam itu adalah menjalankan perintah sholat berjamaah dan keharusan membayar zakat. Apabila dua kekuatan Islam ini diamalkan oleh seluruh umat Islam secara konsisten, maka sejarah akan kembali terulang dan Islam akan kembali berjaya.

Thursday, 23 May 2013

Halal Itu PENTING!

0 comments
Produk halal bagi seorang Muslim adalah sebuah keniscayaan. Wajib hukumnya bagi seorang Muslim memperhatikan kehalalan makananannya, minumannya maupun pakaiannya. Tak salah rasanya jikalau Allah dan Rasul-Nya memerintahkan kita untuk mengkonsumsi yang halal dan menjauhi yang haram. Karena halal adalah syarat diterimanya doa.

Masih ingat dengan kisah Sa’ad bin Abi Waqash yang dengan gigihnya menahan kantuk dan dingginnya malam untuk menjaga Rasulullah? Sang pemanah ulung ini dengan sigap mengajukan dirinya tatkala Nabi bertanya “Adakah kiranya lelaki shalih yang malam ini bersedia menjaga kami?”. Kemudian di saat Sa’ad menyiapkan air wudhu untuk Rasulullah, dengan bijak bestari Nabi bertanya, “Wahai Sa’ad mintalah sesuatu padaku. Aku akan memintakannya kepada Allah untukmu”. Dengan santun pemanah yang dalam 100 bidikan tidak pernah meleset ini berkata, “Ya Rasulullah, mohonkan kepada Allah agar doaku mustajab.” Seraya tersenyum, Rasulullah menjawab, “Wahai Sa’ad, baikanlah makananmu (pilihlah makanan yang halal), niscaya doamu mustajab.”

Tuesday, 4 December 2012

A Dream for Karanganyar

0 comments
478354~1 (1) Sepertinya ini kali ketujuh saya mendengar Ustad Syihab menyampaikan mimpi briliannya. Sebuah mimpi yang menurut saya luar biasa hebat. Karena mimpi ini berskala besar, bukan sekedar ‘Qur’an. Beliau bermimpi bisa menjadikan Kabupaten Karanganyar sebagai kota Qur’an. Semua masyarakatnya hapal al-Qur’an. Aparatur pemerintahan, polisi, supir bus, pedagang maupun petaninya hapal al-Qur’an. Bukan hanya itu beliau menginginkan Kabupaten Karanganyar adalah tempat rujukan untuk belajar ilmu Qur’an. Mau belajar tahsin tinggal ke Karanganyar. Belajar tafsir mampir aja ke Karanganyar. Mulazamah ‘Ulum al-Qur’an di Karanganyar. Bahkan setiap nama jalan di Karanganyar nantinya diberi nama nasikh wa mansukh, muhkam, mutasyabihaat dan hal-hal lainnya yang berkaitan dengan ‘Ulum al-Qur’an. Sehingga nanti setiap orang yang habis plesiran dari Karanganyar jadi ahlul Qur’an.
Mimpi yang luar biasa bukan? Memang ini baru skala kecil, hanya tingkat Kabupaten. Belum sampai tingkat Provinsi bahkan Nasional. Tapi ini sungguh luar biasa bagi saya. Bayangkan, mimpi ini ada di tingkat kabupaten dengan jumlah masyarakat yang tidak sedikit. Dan ini membutuhkan tenaga-tenaga dan para da’i yang siap terjun di beberapa desa di Kabupaten Karanganyar. Mungkin jika mimpi ini masih tingkat RT, RW atau desa belum terlalu sulit, karena jumlah masyarakatnya tidak sebanyak Kabupaten. Ini Kabupaten Gan...! (Bayangpun....?!?!? -Mr. Najwani style, my wonderful teacher in Senior High School, May Allah bless him and gives him easiness in everything-)
Tak jarang ketika beliau menceritakan mimpi ini di depan murid-muridnya, kami hanya bisa terkekeh-kekeh. Bahkan ada beberapa dari kami yang menganggap ini hal mustahil. Tapi bagi saya ini sebuah mimpi hebat. Teringat dengan teori MESTAKUNG-nya Prof. Yohanes Surya :
Bicarakan tiap hari, bicarakan ke setiap orang, bicarakan dalam do’a
Yah...mimpi yang sering dibicarakan kepada orang lain akan membuat orang lain simpati dengan mimpi kita. Contoh nyata adalah mimpi Ustadz Syihab yang ingin menjadikan Kabupaten Karanganyar sebagai daerah penghapal Qur’an. Beliau sering mengutarakan mimpi ini pada orang lain dalam banyak kesempatan. Jujur saya sebagai mustami’ terbakar semangatnya mendengar mimpi beliau ini. Saya rasa pendengar yang lain pun merasakan hal yang sama. Dan akhirnya setiap orang yang mendengarkan mimpi beliau terbakar semangatnya dan berusaha untuk memberikan andil dalam mewujudkan mimpi luar biasa ini. Semakin sering beliau membicarakan mimpi ini kepada banyak orang, semakin banyak pula orang-orang yang tergugah semangatnya untuk mewujudkan mimpi ini. Jadilah mimpi ini menjadi sebuah hal yang mungkin terealisasi, karena banyaknya orang yang ikut andil untuk merealisasikannya. Dan yang terpenting adalah do’a.

Tuesday, 27 March 2012

Tadabur Dong...! ^^

0 comments

Lagi-lagi hati saya terketuk oleh pelajaran Prof. Sholahuddin. Gimana enggak, beliau selalu membuat saya merasa malu. Pasalnya saya yang setiap hari berjibaku dengan Al-Qur’an, dari bangun tidur sampai tidur lagi, belum terlalu bisa mentadaburi AL-Qur’an. Padahal banyak sekali ayat-ayat yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari, lingkungan, sosial, dan sains, serta masalah-masalah yang sepele pun telah Allah jelaskan dalam Al-Qur’an. Hanya saja banyak orang yang belum bisa mentadaburinya, hanya sekedar membaca, atau menghafalnya, dan saya termasuk salah satu di dalamnya. Hal ini membuat saya semakin ingin mempelajari Al-Qur’an, menghapalnya, juga bisa mentadaburinya. Saya ingin sekali menjadi Al-Qur’an berjalan, berakhlaq dengan Al-Qur’an, bermuamalah juga dengan Al-Qur’an.

Prof. Sholahuddin membagi pengalaman beliau ketika menghadiri sebuah seminar tentang penafisiran ilmiah Al-Qur’an berhubungan dengan tumbuhan, air, dan hari kiamat. Karena beliau orang pertanian, beliau menceritakan penafsiran ilmiah Al-Qur’an berhubungan dengan tumbuhan. Pembicara menjelaskan tafsir ayat-ayat tentang tumbuhan yang ada di dalam Al-Qur’an. Prof. Sholahuddin, yang juga gurubesar Universitas Sebelas Maret, menyayangkan karena metode penafsiran yang dipakai bukan mengikuti penafsiran yang dicontohkan ulama. Tetapi menggunakan metode penafsiran Antropologi dan Sosiologi, seperti metode penelitian pada umumnya. Bukan hanya itu, sumber yang dipakai kebanyakan diambil dari internet, bukan kitab-kitab tafsir rujukan seperti tafsir Ibnu Katsir, tafsir Ath-Thobari, dan lainnya. Kebetulan pembicara hanya memaparkan tumbuhan-tumbuhan yang tidak ada di Indonesia, seperti kurma, zaitun, habbatus sauda’.

Prof. Sholahuddin menanggapi, alangkah lebih baik apabila yang dibahas adalah yang berhubungan dengan lingkungan Indonesia sekarang. Maksudnya, yang bisa diterapkan di Indonesia. Misalnya saja surat Al-Baqarah ayat 261 :

مَثَلُ الذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ أَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ كَمَثَلِ حَبَّتٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْبُلَةٍمِّائَةُ حَبَّةٍ وَاللهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَآءُ وَاللهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”

Dari ayat di atas, beliau berpendapat alangkah lebih baik apabila ayat ini ditelaah. Allah telah menjelaskan “sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji”. Jika konsep ini dipakai dalam pertanian di Indonesia, dan bisa dibuktikan oleh para peneliti pertanian di Indonesia, maka Indonesia akan menjadi Negara kaya, dan tidak perlu lagi mengimport beras. Bagaimana tidak, sebutir benih padi, menumbuhkan tujuh bulir, dan di tiap bulirnya terdapat seratus biji. Berarti satu tanaman padi bisa menghasilkan 700 butir padi. Prof. Sholahuddin mengatakan bahwa sampai saat ini belum ada tumbuhan padi di Indonesia yang bisa menghasilkan 700 biji pada satu tumbuhan padi, paling banyak hanya 450 biji.

Beliau menggugah kita, harusnya kami lebih kritis dalam berpikir. Maksudnya, jangan hanya sekedar menghapal Al-Qur’an atau membacanya saja. Tapi mencoba untuk sedikit mentadaburinya, wa bil khusus bagi orang-orang yang berjibaku dan memang menekuni bidang tafsir Al-Qur’an. Beliau juga mengatakan : ”Anda (saya dan teman-teman saya) tidak perlu pusing-pusing dan sibuk-sibuk meneliti tanaman padi, karena itu bukan bidang Anda. Justru Anda seharunya menelaah tafsirnya dan menuntut –maksudnya meminta- para pakar pertanian untuk bisa membuktikan tanaman padi dengan 700 biji itu. Sehingga para ahli pertanian tertarik dan termotivasi untuk bisa menelitinya.

Dan saya jadi semakin kagum dan malu dengan beliau. Kagum dengan pemikiran beliau yang mengaitkan sains dengan Al-Qur’an. Karena tidak sedikit ilmuwan yang melakukan dikotomi ilmu pengetahuan, dan memisahkan ilmu-ilmu sains yang ada dengan Al-Qur’an. Saya juga malu dengan beliau, yang memiliki semangat luar biasa untuk bisa menghapal dan mentadaburi Al-Qur’an di usianya yang sudah tidak muda lagi. Sedangkan saya yang masih muda, terkadang kehilangan semangat dan motivasi untuk terus mempelari dan mentadaburi Al-Qur’an.

Makanya, jangan cuma dibaca dan dihapal saja Al-Qur’annya, tapi ditadaburi juga!!!^^

Thursday, 15 March 2012

ANTARA DERADIKALISASI DAN DEKORUPSISASI

0 comments
danbo3 Pada hari Ahad 21 November 2010 diadakan sebuah pertemuan bertema “Peran Ulama Dalam Mewujudkan Pemahaman Keagamaan Yang Benar” di hotel Novotel, Solo. Acara ini diadakan oleh MUI pusat bekerja sama dengan FKPMN (Forum Komunikasi Praktisi Media Nasional). Pertemuan itu diadakan tidak lain sebagai upaya gerakan deradikalisasi Islam di Indonesia. Bukan hanya itu, pemerintah Republik Indonesia melalui BNPT-nya (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) juga ikut mengupayakan gerakan “Deradikalisasi“ ini dua tahun terakhir hingga saat ini. Inti dari berbagai macam pertemuan dan upaya gerakan deradikalisasi itu tidak lain adalah untuk menyampaikan berbagai penafsiran-penafsiran dalam ajaran agama Islam ke dalam satu penafsiran. Adapun penafsiran itu adalah menjadikan Islam sebagai agama yang lunak bukan agama fundamental dan menerima toleransi beragama baik itu pluralis, moderat, maupun liberal.

 

Ich bin Muslime ^^ Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template