Friday, 20 November 2015
Cinta Nabi Ibrahim 'Alaihissalam
Thursday, 27 August 2015
Belanja Oh Belanja....
Friday, 1 November 2013
Es Campur Low Quality
Friday, 26 July 2013
Membaca Diri Sendiri
Sunday, 7 July 2013
Dua Hal Yang Terlupakan
Friday, 14 June 2013
Etika Berilmu, IKHLAS
Thursday, 23 May 2013
Halal Itu PENTING!
Friday, 26 April 2013
Antara Ilmu dan Harta
Seluruh Makhluq Pun Mendoakan
Saturday, 6 April 2013
Antara Ilmu dan Hujan
Monday, 18 February 2013
Andai dan Andai
![]() |
| taken from analogmix.com |
Tuesday, 12 February 2013
Lebih Baik dari Dunia dan Seisinya

Friday, 1 February 2013
Buah Kejujuran
Friday, 28 December 2012
Menjadi Orang Yang Dimuliakan
Friday, 21 December 2012
Di Antara Dua Jalan
![]() |
| ilustrasi- crazymultimedia.blogspot.com |
Allah menciptakan manusia untuk menjadi seorang khalifah di muka bumi ini. Kehidupan manusia berada di antara dua jalan, jalan kebaikan dan jalan keburukan. Berbeda dengan malaikat yang sudah Allah takdirkan hanya berada di satu jalan saja, yaitu jalan kebaikan. Malaikat ditakdirkan Allah menjadi makhluk yang selalu taat kepada Allah subhanahu wa ta’ala dari mulai diciptakan hingga hari kiamat. Allah berfirman dalam surat Shaad ayat 73 :
Sunday, 16 December 2012
Khatam ^^
Monday, 3 December 2012
Jeruk dan Iman
| http://www.pantonanews.com |
Tuesday, 13 November 2012
Masihkah Kita Mengeluh?
Apakah kamu merasa sulit sekali menjalani hidup?
Apakah kamu merasa berat sekali menghadapi masalah?
Putus asa dan merasa tidak ada lagi jalan untuk menyelesaikan masalah yang kamu hadapi.
Atau berusaha ratusan kali tapi belum juga ada tanda-tanda berhasil?
Apa yang akan Anda lakukan?
Menyerah dan tidak berusaha lagi?
Putus asa dan menyerah dengan apa yang sudah dilakukan, lantas meninggalkannya begitu saja.
Atau malah memilih mati, karena merasa sulit sekali menjalani kehidupan?
Sebesar apakah masalah yang kita hadapi?
Kehilangan uang?
Kehilangan handphone?
Banyak tugas kuliah?
Revisi ksripsi berkali-kali?
Dapet pembimbing killer?
Menghapal nggak masuk-masuk?
Merasa kesulitan dalam belajar?
Setidaknya kita masih memiliki fisik yang sempurna. Kita masih memiliki dua tangan untuk melakukan apapun. Dua kaki untuk berjalan ke manapun yang siap menopang badan kita. Kita masih memiliki dua tangan dan kaki yang bisa membantu kita berdiri kembali ketika kita terjatuh. Bandingkan dengan lelaki ini.
Monday, 12 November 2012
Ketika Kita Berkeluh Kesah…
Wednesday, 7 November 2012
Alasan Berteman
Seusai tasmi’ seperti biasa musyrif super kami memberikan asupan gizi untuk hati. Dan pagi ini musyrif kami bertanya : “Rahma kenapa mau temenan sama Cita?”
Saya pun menjawab apa yang terlintas dalam benak saya saat itu. “Karena kami memiliki tujuan dan cita-cita yang sama.”
Kemudian, beliau bertanya lagi kepada teman saya yang lain hal yang sama. Jawabannya beraneka ragam, ada yang bilang karena takdir, karena mimpi yang sama, karena seperjuangan, maupun karena yang ada di dekatnya adalah temannya.
Musyrif saya hanya tersenyum mendengar jawaban kami yang to the point tanpa mikir. Kemudian beliau berkata : “Semua jawaban yang sudah diutarakan benar (kayanya beliau selalu membenarkan deh…hehhe). Tapi alangkah indahnya apabila sebuah pertemanan didasari karena Allah.”
Yaah…sebuah pertemanan yang dilandasi karena Allah memang lebih indah. Karena pertemanan karena Allah selalu mendatangkan manfaat dan pahala. Oleh karena itu kita harus pandai memilih teman.
Ada tiga kriteria yang bisa kita gunakan dalam memilih teman:
- Apabila memandang wajahnya membuat kita ingat kepada Allah
- Ucapan yang keluar dari mulutnya adalah ilmu dan hal-hal bermanfaat lainnya yang bisa membuat kita lebih dekat dengan Allah
- Ketika melihat gerak-geriknya mengingatkan kita kepada kematian.
Nah, kira-kira dari kriteria di atas ada yang sesuai enggak sama diri kita sehingga kita cocok untuk dijadikan teman karena Allah?
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ
“Seseorang itu akan mengikuti agama temannya, maka hendaklah salah seorang di antara kalian mencermati kepada siapa ia berteman.” {HR. Tirmidzi (no.2387), Ahmad (no. 8212) dan Abu Dawud (no. 4833)}
Sudah jadi hal yang masyhur kalau mencari teman itu cari yang bisa memberi manfaat kepada kita. Kalau kita berteman dengan seorang penjual minyak wangi, maka kita akan kecipratan bau minyak wanginya. Tapi kalau kita berteman dengan seorang tukang sampah, yang kita dapatkan adalah bau sampahnya.
Sudahkah kita menjadi teman yang bisa memberi manfaat bagi teman kita? Sudahkah kita menjadi teman yang bisa meningkatkan ketaqwaan teman kita?
Mari kita introspeksi diri kita untuk bisa menjadi teman yang bisa bermanfaat dan menambah ketaqwaan. Dan mari kita mencari teman yang bisa mendatangkan manfaat bagi kita dan menambah keshalihan kita.
_Halqah Tahfizh_








.jpg)





