Showing posts with label tazkiyatun nafs. Show all posts
Showing posts with label tazkiyatun nafs. Show all posts

Friday, 20 November 2015

Cinta Nabi Ibrahim 'Alaihissalam

0 comments
Saya ragu akan keberadaanku di dunia ini, tapi cinta telah menunjukan akan keberadaanku” (Alamah Iqbal salah seorang filosof asal Pakistan)

Kata cinta memang tidak asing di telinga kita, apa itu cinta? apakah anda pernah jatuh cinta? bagaimanakah rasanya jatuh cinta? Seperti apa bentuknya? Ini adalah pertanyaan-pertanyaan yang tidak membutuhkan jawaban, karena jawaban setiap orang relatif sama!

Cinta, satu kata yang sering sekali diuraikan dalam berbagai bentuk literatur, baik itu sya’ir, lagu, novel atau status-status facebook, maupun gombalan-gombalan seseorang kepada kekasihnya. Maka sudah wajar kalau ulama sekelas Ibnu Qoyyim Al Jauzi menulis kitab khusus yang berbicara masalah cinta, “Roudhotul Muhibbiin”, sedangkan Ibnu Hazm seorang ulama terkemuka asal Andalusia juga menulis kitab“Tauqul Hamamah”, namun banyak kalangan yang masih belum tahu definisi pasti kata cinta, maka tak heran kalau ada ungkapan “Hanya cinta yang bisa memahami cinta”.

Thursday, 27 August 2015

Belanja Oh Belanja....

0 comments
Belanja, bukan sebuah kata asing bagi kaum Hawa. Belanja atau shopping sudah menjadi bagian dari kehidupan seorang wanita dan tidak dapat dipisahkan. Begitupun dengan saya, lagi suntuk diajak belanja pasti langsung fresh lagi. Kegiatan berbelanja ini sudah menjadi suatu kelaziman bagi perempuan, baik itu kalangan anak-anak sekolahan, mahasiswa, wanita karir, ataupun ibu rumah tangga. Jarang ada perempuan yang bisa berkata tidak ketika diajak berbelanja, apalagi jika kebutuhan bulanan sudah habis dan perlu di refill.

Friday, 1 November 2013

Es Campur Low Quality

0 comments
Bulan Ramadhan kemarin tak sengaja saat memindah chanel televisi, saya menemukan percakapan unik di salah satu serial tv. Kalau tak salah judulnya Para Pencari Tuhan, entah seri ke berapa. Dalam serial itu diceritakan ada seorang perempuan bernama Loli yang menjulurkan tangannya dengan niat shake hand (berjabat tangan) dengan seorang bapak bernama Pak Jalal.

Friday, 26 July 2013

Membaca Diri Sendiri

2 comments
Kaum Muslimin nampaknya sudah mafhum, bahwasanya ayat yang pertama kali diturunkan adalah Iqra’, perintah untuk membaca. Perintah pertama yang Allah sampaikan kepada Kanjeng Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah membaca. Bukan sholat, zakat, maupun puasa. Sejarah menyebutkan bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah seorang yang ummiy (tidak pandai membaca dan menulis).

Sunday, 7 July 2013

Dua Hal Yang Terlupakan

1 comments
Islam memiliki dua hal luar biasa yang merupakan pilar kekuatan umat. Dua hal ini apabila diamalkan akan mengembalikan kejayaan Islam yang  pernah ada. Sayangnya dua hal penting ini kurang banyak diperhatikan oleh ummat Islam. Walhasil umat Islam saat ini terjajah bahkan di negara dengan mayoritas Islam sekalipun. Dua pilar kekuatan umat Islam itu adalah menjalankan perintah sholat berjamaah dan keharusan membayar zakat. Apabila dua kekuatan Islam ini diamalkan oleh seluruh umat Islam secara konsisten, maka sejarah akan kembali terulang dan Islam akan kembali berjaya.

Friday, 14 June 2013

Etika Berilmu, IKHLAS

0 comments
Di postingan sebelumnya kita sudah membahas keutamaan orang berilmu dan mengapa kita harus menjadi orang berilmu. Insya Allah pada postingan kali ini kita akan membahas etika yang harus dimiliki oleh seorang pencari ilmu dalam mencari ilmu. Masih diambil dari sumber yang sama Aadab Thoolibul ‘Ilmi-nya Syeikh Anas Ahmad Karzoun (kebetulan saya lagi mereview kitab ini di kuliah).

Buat yang belum tau, etika adalah ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlaq). Ini kata KBBI. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, sang guru terhebat pun mengajarkan etika sebelum ilmu. Dan metode ini juga diikuti oleh para sahabat beliau radhiyallahu ‘anhu ajmaiin.

Thursday, 23 May 2013

Halal Itu PENTING!

0 comments
Produk halal bagi seorang Muslim adalah sebuah keniscayaan. Wajib hukumnya bagi seorang Muslim memperhatikan kehalalan makananannya, minumannya maupun pakaiannya. Tak salah rasanya jikalau Allah dan Rasul-Nya memerintahkan kita untuk mengkonsumsi yang halal dan menjauhi yang haram. Karena halal adalah syarat diterimanya doa.

Masih ingat dengan kisah Sa’ad bin Abi Waqash yang dengan gigihnya menahan kantuk dan dingginnya malam untuk menjaga Rasulullah? Sang pemanah ulung ini dengan sigap mengajukan dirinya tatkala Nabi bertanya “Adakah kiranya lelaki shalih yang malam ini bersedia menjaga kami?”. Kemudian di saat Sa’ad menyiapkan air wudhu untuk Rasulullah, dengan bijak bestari Nabi bertanya, “Wahai Sa’ad mintalah sesuatu padaku. Aku akan memintakannya kepada Allah untukmu”. Dengan santun pemanah yang dalam 100 bidikan tidak pernah meleset ini berkata, “Ya Rasulullah, mohonkan kepada Allah agar doaku mustajab.” Seraya tersenyum, Rasulullah menjawab, “Wahai Sa’ad, baikanlah makananmu (pilihlah makanan yang halal), niscaya doamu mustajab.”

Friday, 26 April 2013

Antara Ilmu dan Harta

0 comments

Sudah lama rasanya nggak ngeblog. Biasa mahasiswa semester 8 ceunah, masih adaptasi dengan kesibukkan yang bejubel. UAT, paper, paper dan paper lagi. Buku banyak yang ngantri minta dibaca. Plus mainan baru yang bikin lupa sama blog, si backtrack. 

Aniwei... akhir-akhir ini sedang tertarik dengan thoolibul 'ilm. Apalagi sekarang lagi mereview kitabnya Syeikh Dr. Anas Ahmad Karzon, Adab Thoolibul 'Ilm. Kitab yang recommended banget untuk dibaca. Sayang baru kenalan sama kitab ini, padahal isinya bagus banget. Nyentuh banget. Jadi inget sama salah satu tulisan gurunda Salim A. Fillah dalam kitabnya Menyimak Kicau Merajut Makna. Ada sebuah tulisan yang luar biasa indah dan memotivasi para thoolibul 'ilm, judulnya Antara Ilmu dan Harta. Isinya inspiring dan ngena banget. Ini saya cuplikan isi dari tulisannya. Tapi maaf, tidak seluruhnya. Semoga bermanfaat.

Seluruh Makhluq Pun Mendoakan

0 comments

Allah berkalam “Berdo’alah kepada-Ku niscaya akan Aku kabulkan”. Allah memberi jaminan setiap do’a akan diijabah. Mungkin bukan hal yang kita inginkan, tapi yang kita butuhkan. Karena Allah tau hal yang terbaik untuk hamba-Nya. Kita hanya perlu berdo’a yang tentunya disertai dengan usaha. Do’a kita seorang diri saja Allah pasti mengijabahnya, bagaimana dengan do’a seluruh makhluq? Alangkah indahnya apabila seorang makhluq pun ikut serta mendo’akan kita. Makhluq-makhluq Allah di langit maupun di bumi. Malaikat pun tak terkecuali. Bahagianya sekali saat malaikat pun ikut mendo’akan diri.

Hey… tunggu dulu? Mana mungkin seluruh makhluq ikut mendo’akan kita. Mengenal mereka pun tidak. Mungkin. Bisa. Dan sangat bisa. Bahkan dengan sangat mudah. Jadilah thoolibul ‘ilm, seorang penuntut ilmu. Rasulullah berkata :
مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَطْلُبُ فِيهِ عِلْمًا , سَلَكَ اللَّهُ بِهِ طَرِيقًا مِنْ طُرُقِ الْجَنَّةِ , وَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا رِضًا لِطَالِبِ الْعِلْمِ , وَإِنَّ فَضْلَ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ , وَإِنَّ الْعَالِمَ لَيسْتَغْفِرُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ , وَمَنْ فِي الْأَرْضِ , وَكُلُّ شَيْءٍ حَتَّى الْحِيتَانُ فِي جَوْفِ الْمَاءِ , وَإِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ , إِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا , وَأَوْرَثُوا الْعِلْمَ , فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ

Barangsiapa yang menempuh jalan untuk menuntut ilmu, niscaya Allah akan bukakan baginya salah satu jalan menuju surga. Sesungguhnya para malaikat benar-benar meletakkan sayapnya untuk orang yang menuntut ilmu. Sesungguhnya orang yang berilmu benar-benar akan dimintakan ampun oleh semua penduduk langit dan bumi, bahkan ikan hiu yang ada di dasar air. Sesungguhnya keutamaan orang yang berilmu atas ahli ibadaha adalah seperti keutamaan bulan pada bulan purnama atas seluruh bintang. Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sesungguhnya para nabi itu tidaklah mewariskan dinar maupun dirham, tetapi mereka hanya mewariskan ilmu. Maka, barangsiapa yang mengambilnya, berarti ia telah mengambil jatah yang cukup banyak.(HR. Abu Dawud no. 3641 dan Tirmidzi no. 2683)

Hadits ini adalah moodbboster terbaik bagi setiap penuntut ilmu. Dalam hadits dijelaskan penghormatan besar yang diperoleh para penuntut ilmu. Para malaikat meletakkan sayap-sayapnya kepada penuntut ilmu dengan rendah diri dan rasa hormat. Begitu juga dengan para makhluq Allah yang berada di langit, bumi dan lautan yang jumlahnya hanya diketahui oleh Allah. Semuanya akan memintakan ampun dan berdoa untuk para penuntut ilmu. Cukuplah seorang penuntut ilmu itu merasa bangga bahwa ia sedang berjalan untuk mendapatkan warisan para nabi dan meninggalkan para pecinta dunia dengan kesibukkan dunia mereka, berkumpul dengan para gadisnya, sibuk dengan harta kekayaan dan saling berlomba untuk mendapatkannya.   
Para penduduk langit dan bumi rela mendo’akan para penuntut ilmu sebagai ungkapan terima kasih mereka. Karena dengan adanya seorang ‘alim di suatu tempat, kerusakan tidak akan terjadi. Bahkan ikan-ikan di dasar lautan pun tak mau kalah mendo’akan. Itulah bukti terima kasih mereka kepada orang ‘alim. 

Betapa bahagianya ketika seluruh makhluq mendo’akan kita memohonkan ampunan bagi kita. Mudah. Sangat mudah mendapatkan do’a seluruh makhluq. Cukup hadiri majlis-majlis ilmu dan ambil bagian dalam proses thoolibul ‘ilm.

Wallahu ta’ala a’lam

Saturday, 6 April 2013

Antara Ilmu dan Hujan

1 comments
Hujan.. bersamanya turun barakah. Bersamanya pula turun karunia melimpah. Padanya terdapat rahmat Illah. Karenanya pula pepohonan tumbuh subur disertai buah. Bumi yang mati pun hidup kembali karenanya. Oleh karena itu Rasul mengajarkan kita untuk bergembira kala hujan turun. Rasul juga mengajarkan kita untuk berdoa Allahumma shayyiban naafi’aan ‘Ya Allah jadikanlah hujan ini sebagai hujan yang bermanfaat dan kebaikan.’

Tak heran jika Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menjadikan hujan sebagai permisalan ilmu. Rasulullah bersabda :

و عن أبي موسى الأشعري رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلام قال: مَثَلُ مَا بَعَثَنِى اللَّهُ بِهِ مِنَ الْهُدَى وَالْعِلْمِ كَمَثَلِ الْغَيْثِ الْكَثِيرِ أَصَابَ أَرْضًا ، فَكَانَ مِنْهَا نَقِيَّةٌ قَبِلَتِ الْمَاءَ ، فَأَنْبَتَتِ الْكَلأَ وَالْعُشْبَ الْكَثِيرَ ، وَكَانَتْ مِنْهَا أَجَادِبُ أَمْسَكَتِ الْمَاءَ ، فَنَفَعَ اللَّهُ بِهَا النَّاسَ ، فَشَرِبُوا وَسَقَوْا وَزَرَعُوا ، وَأَصَابَتْ مِنْهَا طَائِفَةً أُخْرَى ، إِنَّمَا هِىَ قِيعَانٌ لاَ تُمْسِكُ مَاءً ، وَلاَ تُنْبِتُ كَلأً ، فَذَلِكَ مَثَلُ مَنْ فَقِهَ فِى دِينِ اللَّهِ وَنَفَعَهُ مَا بَعَثَنِى اللَّهُ بِهِ ، فَعَلِمَ وَعَلَّمَ ، وَمَثَلُ مَنْ لَمْ يَرْفَعْ بِذَلِكَ رَأْسًا ، وَلَمْ يَقْبَلْ هُدَى اللَّهِ الَّذِى أُرْسِلْتُ بِهِ

Dari Abu Musa al-Asy’ari rahdiyallahuanhu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Permisalan petunjuk dan ilmu yang Allah mengutusku dengannya adalah bagai ghaits yang mengenai tanah. Maka ada tanah yang naqiyyah, yang bisa menyerap air sehingga menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan rerumputan yang banyak. Di antaranya juga ada tanah yang ajadib, maka dengan genangan air tersebut Allah memberi manfaat untuk banyak orang, sehingga manusia dapat mengambil air minum dari tanah ini. Lalu manusia dapat memberi minum untuk hewan ternaknya, dan manusia dapat mengairi tanah pertaniannya. Jenis tanah ketiga adalah  tanah qi’an. Inilah permisalan orang yang memahami agama Allah, bermanfaat baginya ajaran yang Allah mengutusku untuk membawanya. Dia mengetahui ajaran Allah dan dia mengajarkan kepada orang lain. Dan demikianlah orang yang tidak mengangkat kepalanya terhadap wahyu, dia tidak mau menerima petunjuk yang Allah mengutusku untuk membawanya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Monday, 18 February 2013

Andai dan Andai

0 comments
taken from analogmix.com

“Yah... coba tadi aku pulang terakhir, pasti aku dapet souvenirnya deh..!”
“Hussssh... Rasulullah melarang kita untuk beranda-andai.”
“Enggak koq, ini kan bukan berandai-andai. Buktinya nggak ada kata ‘andai’-nya.”
“Terus maksud kalimat itu apa coba? Per-andai-an kan?”

Kenyataan yang tak sesuai dengan harapan terkadang membuat seseorang gigit jari. Tak heran kalau akhirnya pikirannya melayang-layang dan terjebak dalam ilusi perandaian. Andai aku seperti ini, andai kamu nggak kaya gitu, andai saya kemarin begini, dan andai-andai lainnya. Hey... bukankah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam melarang kita untuk berandai-andai? Ada yang salahkah dengan andai-andai?

Kawan.. berandai-andai ketika terjadi sesuatu yang tidak sesuai keinginan akan membuka pintu setan. How could? Karena berandai-andai ini dapat menyebabkan seseorang mudah mencac, lemah semangat, marah, was-was, merana dan sedih. Ini adalah tipu daya setan untuk menggoda anak Adam supaya rela menemaninya di tengah panas neraka.

Tuesday, 12 February 2013

Lebih Baik dari Dunia dan Seisinya

0 comments

Apa yang paling Anda inginkan di dunia ini, Rumah Mewah? Harta melimpah? Suami atau istri sholeh atau sholehah? Anak-anak sholeh dan sholehah? Manakah yang Anda pilih?

Tahukah Anda ada yang lebih baik dari itu semua, bahkan lebih baik dari dunia dan seisinya. Untuk mendapatkannya gampang gan, nggak perlu ngeluarin duit banyak, nggak perlu tenaga besar, dan nggak perlu belajar ilmu bisnis untuk mendapatkannya. Caranya mudah bin simpel banget. Nggak percaya? Hah...masa sih? Ciyuss Miapah? (efek ujian-.-“)

Ini tawaran luar biasa yang Allah dan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam berikan kepada kita.  Sesuatu yang lebih berharga dari dunia seisinya ini tentulah bukan dunia, bukan pula isinya. Ia adalah sesuatu yang lain dan berbeda. Cukup dengan sholat dua rakaat sholat sunnah Fajr yang dilakukan sebelum sholat Shubuh.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

Dua rakaat shalat sunnah Fajar lebih baik daripada dunia dan seisinya. (HR. Muslim no 96)

Friday, 1 February 2013

Buah Kejujuran

2 comments
Setiap orang menyukai kejujuran. Seorang pembohong sekalipun tidak suka dibohongi atau disebut sebagai liar (pembohong). Karena jujur adalah sifat dasar yang dimiliki oleh setiap manusia, entah tua maupun muda, kaya atau miskin. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang terjujur sejagad raya ini. Tidak ada orang yang lebih jujur dari beliau. Tak heran bila belia shalallahu ‘alaihi wa sallam diberi gelar al-‘Amin (orang terpercaya atau teramanah).  

Mengerjakan sebuah amal kebaikan ibarat menanam sebuah tumbuhan. Pada setiap kebaikan yang ditanam  dapat dipetik manisnya buah kebaikan. Setiap kebaikan yang kita lakukan pasti akan bermanfaat, terkhusus bagi diri kita sendiri. Allah berkalam dalam surat An-Naml : 89

مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ خَيْرٌ مِنْهَا وَهُمْ مِنْ فَزَعٍ يَوْمَئِذٍ آمِنُونَ 

“Barangsiapa yang membawa kebaikan, Maka ia memperoleh (balasan) yang lebih baik dari padanya, sedang mereka itu adalah orang-orang yang aman tenteram dari pada kejutan yang dahsyat pada hari itu.”

Friday, 28 December 2012

Menjadi Orang Yang Dimuliakan

0 comments

Mulia? Siapa tidak ingin menjadi mulia? Setiap orang ingin menjadi mulia dan dimuliakan bukan? Mudah sekali untuk menjadi mulia. Tidak perlu menggadaikan harta benda. Tak perlu menelaah berbagai macam hukum geometri. Bahkan tak perlu mengotak-atik kalkulus. Mungkin bertanya dengan seorang Albert Einstein pun tak akan mendapatkan jawabannya.
Hasan al-Bashri berkata Barangsiapa memuliakan Allah, maka Allah akan memuliakannya. Barangsiapa menghinakan Allah maka Allah akan menghinakannya.
Yap... cukup dengan memuliakan Allah maka Allah akan memuliakanmu dan kau pun akan menjadi orang yang mulia. Lantas bagaimana kita bisa memuliaka Allah?
Ada sebuah hadits Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam yang berbunyi :
إن من إجلال الله تعالى إكرام ذي الشيبة المسلم وحامل القرآن غير الغالي فيه والجافي عنه وإكرام ذي السلطان المقسط
“Sesungguhnya termasuk pengagungan kepada Allah adalah memuliakan orang yang sudah beruban lagi muslim, memuliakan ahli Qur’an dengan tidak berlebihan dan tidak menyepelekannya, dan memuliakan para pemimpin yang berbuat adil.” [1]

Friday, 21 December 2012

Di Antara Dua Jalan

0 comments

ilustrasi- crazymultimedia.blogspot.com

Allah menciptakan manusia untuk menjadi seorang khalifah di muka bumi ini. Kehidupan manusia berada di antara dua jalan, jalan kebaikan dan jalan keburukan. Berbeda dengan malaikat yang sudah Allah takdirkan hanya berada di satu jalan saja, yaitu jalan kebaikan. Malaikat ditakdirkan Allah menjadi makhluk yang selalu taat kepada Allah subhanahu wa ta’ala dari mulai diciptakan hingga hari kiamat. Allah berfirman dalam surat Shaad ayat 73 :
فَسَجَدَ الْمَلآئِكَةُ كُلُّهُمْ أَجْمَعُوْنَ
Lalu seluruh malaikat-malaikat itu bersujud semuanya,“
Dan surat Al-Anbiya‘ ayat 19 :
وَلَهُ مَنْ فِى السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ عِنْدَهُ لَا يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِهِ وَلَا يَسْتَحْسِرُوْنَ
“Dan kepunyaan-Allahlah segala yang di langit dan di bumi. dan malaikat-malaikat yang di sisi-Allah, mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Allah dan tiada (pula) merasa letih.“
Dua ayat di atas menunjukkan bahwa Allah menciptakan malaikat tidak lain hanya untuk bersujud dan menyembah Allah semata. Para malaikat tidak memiliki rasa angkuh sedikit pun ketika diperintahkan Allah untuk menyembah dan bersujud kepada-Nya.

Sunday, 16 December 2012

Khatam ^^

0 comments
197639_426698197363124_1895644603_n
“Kak, planning antum setelah khatam apa?” tanya seorang junior yang baru saja mengkhatamkan hapalannya kepada seorang teman yang sudah khatam.
“Ya murajaah lah”, jawabnya simpel tanpa embel-embel.
Meskipun jawabannya simpel, tapi memang itulah jawaban yang tepat. Karena tidak ada hal lain yang bisa dilakukan seseorang yang sudah menyelesaikan hafalan qurannya kecuali murajaah (mengulang hafalan).
Beraneka ragam ekspresi saya jumpai ketika melihat ada orang yang baru menyelesaikan hafalan qurannya (Alhamdulillah for this chance^^). Ada yang merasa senang karena terlepas dari beban kewajiban setoran setiap pagi dan sore. Atau ada juga yang terharu biru merah jambu, tidak menyangka berhasil menyelesaikannya setelah berusaha mati-matian. Di sisi lain ada menangis sejadi-jadinya baik itu terharu atau bersedih. Bahkan ada yang justru malah ketakutan. Yah...takut kalau hafalan yang selama ini susah payah dia hafalkan akan hilang satu demi satu. Sedih...takut tidak bisa menjaga hafalan yang sudah dihafalkan.
Apapun ekspresinya, yang jelas bisa mengkhatamkan al-quran adalah sebuah kebahagiaan. Bahagia bisa menjadi waliyullah atau keluarga Allah. Bahagia akan diberi keduduakn yang tinggi di akhirat kelak. Dan bahagia karena kelak di akhirat orang tuanya akan mendapat kemuliaan. Eits....tunggu dulu. Masih ada syarat untuk mempertahankan kebahagiaan itu, yaitu dengan terus menjaga hafalannya dan mentadaburi setiap ayat plus mempraktekkat setiap ayat yang sudah dihafal.
Banyak orang yang menganggap khatam quran berarti sudah selesai. Tapi pada hakikatnya justru segala sesuatunya barulah dimulai. Memulai menjaga hafalan. Setiap orang yang memiliki ataupun sudah menyelesaikan hafalan al-Quran berkewajiban untuk menjaga hafalannya itu. Dan waktu menjaganya bukan 1 atau 2 tahun, tapi seumur hidup! Ya....ini adalah kewajiban seumur hidup! Sampai kita bertemu dengan Allah kelak.

Monday, 3 December 2012

Jeruk dan Iman

0 comments
7bscontent_orange
http://www.pantonanews.com
Kalau kita beli jeruk di pasar buah atau di swalayan, kira-kira jeruk mana yang akan kita pilih :
1. Jeruk manis yang aromanya harum,
2. Jeruk manis yang tidak beraroma,
3. Jeruk yang tidak manis tapi memiliki aroma, atau
4. Jeruk yang tidak manis tapi juga tidak beraroma.
Kalau saya milih yang nomor 1, udah manis aromanya harum pula. Nah, ketika kita membeli jeruk pasti yang pertama dicari adalah yang rasanya manis (kecuali mungkin ibu-ibu ngidam...:D). Kenapa nyari yang manis? Biasanya kita beli jeruk kan buat dikonsumsi bukan buat diharumi atau pengharum ruangan. Oleh karena itu buat apa beli jeruk yang aromanya harum tapi rasanya nggak manis. Kecuali kalau emang ada orang yang beli jeruk cuma buat ngedapetin harumnya aja. Nah kalau gitu kenapa nggak milih jeruk yang nomor 2 aja, yang rasanya manis tapi nggak beraroma? Gini deh gan, kalau kita dikasih pilihan dan ada pilihan yang lebih baik kenapa nggak milih yang lebih baik. Ada pilihan suruh milih Ipad atau Galaxy Tab yah saya pilih Ipad (hahahaha...abaikan).

Ternyata tipe buah jeruk ini bisa diumpamakan dengan keimanan seseorang. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
مثل المؤمن الذي يقرأ القرآن مثل الأترجة ريحها طيب وطعمها طيب ومثل المؤمن الذي لا يقرأ القرآن مثل التمرة لا ريح لها وطعمها طيب حلو ومثل المنافق الذي يقرأ القرآن مثل الريحانة ريحها طيب وطعمها مر ومثل المنافق الذي لا يقرأ القرآن كمثل الحنظلة ليس لها ريح وطعمها مر
Artinya : “Perumpamaan orang mu’min yang membaca al-Qur’an seperti buah Utrujah yang baunya harum dan rasanya enak. Dan perumpamaan orang mu’min yang tidak membaca al-Qur’an seperti buah Tamr (kurma kering) tidak berbau dan rasanya enak. Dan perumpamaan orang munafiq yang membaca al-Qur’an seperti Rayhanah yang baunya harum dan rasanya pahit. Dan perumpamaan orang munafiq yang tidak membaca al-Qur’an seperti buah Hanzholah yang tidak memiliki aroma dan juga rasanya pahit. (HR. Bukhari dan Muslim)

Buah jeruk yang manis dan beraroma bisa kita samakan dengan buah Utrujah yang baunya harum dan rasanya enak. Rasa manis pada jeruk bisa kita ibaratkan dengan keimanan seseorang. Iman tidak bisa dilihat secara zhahir, karena iman adalah amalan batin. Hanya Allah yang mengetahui tingkat keimanan seorang hamba. Setiap orang yang memiliki keimanan dalam hatinya, yaitu Islam adalah orang yang baik dan memiliki nilai plus. Meskipun orang Islam itu sholatnya masih belang betong, sehari sholat sehari enggak, selama dia masih memiliki iman kepada Allah, Malaikat Allah, Kitabullah, Rasulullah, hari kiamat maupun takdir baik dan takdir buruk. Seroang preman sekalipun ketika dia masih Islam dia masih memiliki nilai plus. Nah, makanya orang mu’min itu ibarat jeruk yang rasanya manis.

Tuesday, 13 November 2012

Masihkah Kita Mengeluh?

1 comments
keep-trying-dont-give-up
Apakah kamu merasa sulit sekali menjalani hidup?
Apakah kamu merasa berat sekali menghadapi masalah?
Putus asa dan merasa tidak ada lagi jalan untuk menyelesaikan masalah yang kamu hadapi.
Atau berusaha ratusan kali tapi belum juga ada tanda-tanda berhasil?
Apa yang akan Anda lakukan?
Menyerah dan tidak berusaha lagi?
Putus asa dan menyerah dengan apa yang sudah dilakukan, lantas meninggalkannya begitu saja.
Atau malah memilih mati, karena merasa sulit sekali menjalani kehidupan?
Sebesar apakah masalah yang kita hadapi?
Kehilangan uang?
Kehilangan handphone?
Banyak tugas kuliah?
Revisi ksripsi berkali-kali?
Dapet pembimbing killer?
Menghapal nggak masuk-masuk?
Merasa kesulitan dalam belajar?
Setidaknya kita masih memiliki fisik yang sempurna. Kita masih memiliki dua tangan untuk melakukan apapun. Dua kaki untuk berjalan ke manapun yang siap menopang badan kita. Kita masih memiliki dua tangan dan kaki yang bisa membantu kita berdiri kembali ketika kita terjatuh. Bandingkan dengan lelaki ini.

Monday, 12 November 2012

Ketika Kita Berkeluh Kesah…

1 comments

“Koq panas banget yah”
“Brrrrr....dingin banget tau”
“Aku capek!”
Disadari atau tidak hampir setiap hari kita mengeluh. Berbagai macam keluh kesah sering keluar tanpa diminta dari si lidah tak bertulang. Wajar saja kalau manusia sering berkeluh kesah. Sifat manusia yang satu ini sudah Allah sebutkan 1400 tahun yang lalu dalam al-Qur’an. Allah berkalam dalam surat al-Ma’arij ayat 19 :
إِنَّ الْإِنْسَانَ خُلِقَ هَلُوعًا
“Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat suka mengeluh.”
Berikutnya pada ayat 20 Allah menyebutkan :
إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوعًا
“Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah,”
Ibnu Katsir dalam Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim menjelaskan maksud dari ayat ini. Maksdunya adalah jika dia ditimpa oleh suatu hal yang menyusahkan, maka dia akan gusar dan mengeluh. Hatinya pun menjadi hancur karena rasa takut yang luar biasa menyeramkan dan karena putus asa dari mendapatkan kebaikan.
Dan di ayat berikutnya ayat 21 Allah menyebutkan :
وَإِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوعًا
“Dan apabila mendapat kebaikan dia jadi kikir,”
Maksudnya jika dia mendapatkan kenikmatan dari Allah, maka dia sangat kikir memberikannya kepada orang lain dan menolak memberikan hak Allah dari nikmat yang didapatkannya tersebut.
Ini adalah sifat manusia yang Allah sebutkan dalam surat al-Ma’arij. Bener kan sifat manusia kaya gini? Pas lagi susah ditimpa musibah berbagai macam keluh kesah dari A sampai Z keluar dari mulut. Eh pas udah nggak susah dan lagi hidup enak diberi kecukupan harta jadi kikir pelit bin medit. Zakat nggak mau apalagi shodaqoh.

Wednesday, 7 November 2012

Alasan Berteman

0 comments

3751574968_e1e281f795danboo Seusai tasmi’ seperti biasa musyrif super kami memberikan asupan gizi untuk hati. Dan pagi ini musyrif kami  bertanya : “Rahma kenapa mau temenan sama Cita?”

Saya pun menjawab apa yang terlintas dalam benak saya saat itu. “Karena kami memiliki tujuan dan cita-cita yang sama.”

Kemudian, beliau bertanya lagi kepada teman saya yang lain hal yang sama. Jawabannya beraneka ragam, ada yang bilang karena takdir, karena mimpi yang sama, karena seperjuangan, maupun karena yang ada di dekatnya adalah temannya.

Musyrif saya hanya tersenyum mendengar jawaban kami yang to the point tanpa mikir. Kemudian beliau berkata : “Semua jawaban yang sudah diutarakan benar (kayanya beliau selalu membenarkan deh…hehhe). Tapi alangkah indahnya apabila sebuah pertemanan didasari karena Allah.”

Yaah…sebuah pertemanan yang dilandasi karena Allah memang lebih indah. Karena pertemanan karena Allah selalu mendatangkan manfaat dan pahala. Oleh karena itu kita harus pandai memilih teman.

Ada tiga kriteria yang bisa kita gunakan dalam memilih teman:

  1. Apabila memandang wajahnya membuat kita ingat kepada Allah
  2. Ucapan yang keluar dari mulutnya adalah ilmu dan hal-hal bermanfaat lainnya yang bisa membuat kita lebih dekat dengan Allah
  3. Ketika melihat gerak-geriknya mengingatkan kita kepada kematian.

Nah, kira-kira dari kriteria di atas ada yang sesuai enggak sama diri kita sehingga kita  cocok untuk dijadikan teman karena Allah?

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ

Seseorang itu akan mengikuti agama temannya, maka hendaklah salah seorang di antara kalian mencermati kepada siapa ia berteman.” {HR. Tirmidzi (no.2387), Ahmad (no. 8212) dan Abu Dawud (no. 4833)}

Sudah jadi hal yang masyhur kalau mencari teman itu cari yang bisa memberi manfaat kepada kita. Kalau kita berteman dengan seorang penjual minyak wangi, maka kita akan kecipratan bau minyak wanginya. Tapi kalau kita berteman dengan seorang tukang sampah, yang kita dapatkan adalah bau sampahnya.

Sudahkah kita menjadi teman yang bisa memberi manfaat bagi teman kita? Sudahkah kita menjadi teman yang bisa meningkatkan ketaqwaan teman kita?

Mari kita introspeksi diri kita untuk bisa menjadi teman yang bisa bermanfaat dan menambah ketaqwaan. Dan mari kita mencari teman yang bisa mendatangkan manfaat bagi kita dan menambah keshalihan kita.

_Halqah Tahfizh_

 

Ich bin Muslime ^^ Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template