Showing posts with label tips. Show all posts
Showing posts with label tips. Show all posts

Wednesday, 7 August 2013

Sunni dan Syiah. Perdamaian Yang Sangat Mungkin

1 comments
Postingan pertama di bulan Agustus. Sebenarnya catatan ini sudah ngantri di dalam folder ‘corat-coret’ sejak bulan Juni, tapi baru bisa –tepatnya baru rajin- menyelesaikan.

Banyak yang mengeluh kenapa ummat Islam banyak yang berseteru, padahal sama-sama Muslim. Yang menjadi fokus dalam postingan kali ini adalah perseteruan antara Sunni dan Syiah.

Friday, 26 July 2013

Membaca Diri Sendiri

2 comments
Kaum Muslimin nampaknya sudah mafhum, bahwasanya ayat yang pertama kali diturunkan adalah Iqra’, perintah untuk membaca. Perintah pertama yang Allah sampaikan kepada Kanjeng Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah membaca. Bukan sholat, zakat, maupun puasa. Sejarah menyebutkan bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah seorang yang ummiy (tidak pandai membaca dan menulis).

Friday, 14 June 2013

Etika Berilmu, IKHLAS

0 comments
Di postingan sebelumnya kita sudah membahas keutamaan orang berilmu dan mengapa kita harus menjadi orang berilmu. Insya Allah pada postingan kali ini kita akan membahas etika yang harus dimiliki oleh seorang pencari ilmu dalam mencari ilmu. Masih diambil dari sumber yang sama Aadab Thoolibul ‘Ilmi-nya Syeikh Anas Ahmad Karzoun (kebetulan saya lagi mereview kitab ini di kuliah).

Buat yang belum tau, etika adalah ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlaq). Ini kata KBBI. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, sang guru terhebat pun mengajarkan etika sebelum ilmu. Dan metode ini juga diikuti oleh para sahabat beliau radhiyallahu ‘anhu ajmaiin.

Thursday, 23 May 2013

Halal Itu PENTING!

0 comments
Produk halal bagi seorang Muslim adalah sebuah keniscayaan. Wajib hukumnya bagi seorang Muslim memperhatikan kehalalan makananannya, minumannya maupun pakaiannya. Tak salah rasanya jikalau Allah dan Rasul-Nya memerintahkan kita untuk mengkonsumsi yang halal dan menjauhi yang haram. Karena halal adalah syarat diterimanya doa.

Masih ingat dengan kisah Sa’ad bin Abi Waqash yang dengan gigihnya menahan kantuk dan dingginnya malam untuk menjaga Rasulullah? Sang pemanah ulung ini dengan sigap mengajukan dirinya tatkala Nabi bertanya “Adakah kiranya lelaki shalih yang malam ini bersedia menjaga kami?”. Kemudian di saat Sa’ad menyiapkan air wudhu untuk Rasulullah, dengan bijak bestari Nabi bertanya, “Wahai Sa’ad mintalah sesuatu padaku. Aku akan memintakannya kepada Allah untukmu”. Dengan santun pemanah yang dalam 100 bidikan tidak pernah meleset ini berkata, “Ya Rasulullah, mohonkan kepada Allah agar doaku mustajab.” Seraya tersenyum, Rasulullah menjawab, “Wahai Sa’ad, baikanlah makananmu (pilihlah makanan yang halal), niscaya doamu mustajab.”

Friday, 26 April 2013

Seluruh Makhluq Pun Mendoakan

0 comments

Allah berkalam “Berdo’alah kepada-Ku niscaya akan Aku kabulkan”. Allah memberi jaminan setiap do’a akan diijabah. Mungkin bukan hal yang kita inginkan, tapi yang kita butuhkan. Karena Allah tau hal yang terbaik untuk hamba-Nya. Kita hanya perlu berdo’a yang tentunya disertai dengan usaha. Do’a kita seorang diri saja Allah pasti mengijabahnya, bagaimana dengan do’a seluruh makhluq? Alangkah indahnya apabila seorang makhluq pun ikut serta mendo’akan kita. Makhluq-makhluq Allah di langit maupun di bumi. Malaikat pun tak terkecuali. Bahagianya sekali saat malaikat pun ikut mendo’akan diri.

Hey… tunggu dulu? Mana mungkin seluruh makhluq ikut mendo’akan kita. Mengenal mereka pun tidak. Mungkin. Bisa. Dan sangat bisa. Bahkan dengan sangat mudah. Jadilah thoolibul ‘ilm, seorang penuntut ilmu. Rasulullah berkata :
مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَطْلُبُ فِيهِ عِلْمًا , سَلَكَ اللَّهُ بِهِ طَرِيقًا مِنْ طُرُقِ الْجَنَّةِ , وَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا رِضًا لِطَالِبِ الْعِلْمِ , وَإِنَّ فَضْلَ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ , وَإِنَّ الْعَالِمَ لَيسْتَغْفِرُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ , وَمَنْ فِي الْأَرْضِ , وَكُلُّ شَيْءٍ حَتَّى الْحِيتَانُ فِي جَوْفِ الْمَاءِ , وَإِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ , إِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا , وَأَوْرَثُوا الْعِلْمَ , فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ

Barangsiapa yang menempuh jalan untuk menuntut ilmu, niscaya Allah akan bukakan baginya salah satu jalan menuju surga. Sesungguhnya para malaikat benar-benar meletakkan sayapnya untuk orang yang menuntut ilmu. Sesungguhnya orang yang berilmu benar-benar akan dimintakan ampun oleh semua penduduk langit dan bumi, bahkan ikan hiu yang ada di dasar air. Sesungguhnya keutamaan orang yang berilmu atas ahli ibadaha adalah seperti keutamaan bulan pada bulan purnama atas seluruh bintang. Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sesungguhnya para nabi itu tidaklah mewariskan dinar maupun dirham, tetapi mereka hanya mewariskan ilmu. Maka, barangsiapa yang mengambilnya, berarti ia telah mengambil jatah yang cukup banyak.(HR. Abu Dawud no. 3641 dan Tirmidzi no. 2683)

Hadits ini adalah moodbboster terbaik bagi setiap penuntut ilmu. Dalam hadits dijelaskan penghormatan besar yang diperoleh para penuntut ilmu. Para malaikat meletakkan sayap-sayapnya kepada penuntut ilmu dengan rendah diri dan rasa hormat. Begitu juga dengan para makhluq Allah yang berada di langit, bumi dan lautan yang jumlahnya hanya diketahui oleh Allah. Semuanya akan memintakan ampun dan berdoa untuk para penuntut ilmu. Cukuplah seorang penuntut ilmu itu merasa bangga bahwa ia sedang berjalan untuk mendapatkan warisan para nabi dan meninggalkan para pecinta dunia dengan kesibukkan dunia mereka, berkumpul dengan para gadisnya, sibuk dengan harta kekayaan dan saling berlomba untuk mendapatkannya.   
Para penduduk langit dan bumi rela mendo’akan para penuntut ilmu sebagai ungkapan terima kasih mereka. Karena dengan adanya seorang ‘alim di suatu tempat, kerusakan tidak akan terjadi. Bahkan ikan-ikan di dasar lautan pun tak mau kalah mendo’akan. Itulah bukti terima kasih mereka kepada orang ‘alim. 

Betapa bahagianya ketika seluruh makhluq mendo’akan kita memohonkan ampunan bagi kita. Mudah. Sangat mudah mendapatkan do’a seluruh makhluq. Cukup hadiri majlis-majlis ilmu dan ambil bagian dalam proses thoolibul ‘ilm.

Wallahu ta’ala a’lam

Saturday, 2 March 2013

HAFIZH LAMPU MERAH

0 comments

Setiap Muslim memimpikan untuk hidup bersama Al-Qur’an. Mengingat banyak sekali keutamaan yang didapatkan bagi orang yang hidup bersama Al-Qur’an. Orang-orang yang senantiasa mempelajari, membaca, menghafalkan, dan mengamalkan Al-Qur’an dinobatkan sebagai keluarga Allah. Para keluarga Allah ini memiliki kedudukan khusus di sisi-Nya. Tak heran jika predikat manusia terbaik ini disematkan kepada mereka yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.

Setiap orang sebenarnya memilki kemampuan untuk menghafal Qur’an. Karena sejatinya Al-Qur’an telah terprogram dalam otak setiap kita. Akan tetapi hanya hamba yang mendapatkan taufik dari Allah yang bisa menjernihkan otaknya dan mampu membuka program ini lalu mengunduhnya dalam kehidupan nyata melalui berbagai sarana.

Tidak harus menjadi orang pintar dengan IQ tinggi untuk bisa menghafal Qur’an. Siapapun bisa menghafalnya, karena Allah telah menggaransi bahwa Al-Qur’an mudah dihafal. Allah bahkan menggaransi hal itu sebanyak empat kali dalam surat Al-Qamar. Sesungguhnya Kami telah memudahkan al-Qur’an untuk diingat, maka adakah yang mau mengambil pelajaran? Berbekal tekad yang kuat dan usaha yang maksimal, dengan izin Allah cita-cita menjadi hamalatul Qur’an bisa tercapai. Satu-satunya kesulitan terberat dalam menghafal Al-Qur’an adalah ketika seseorang tidak memiliki tekad dan keinginan yang kuat.

Friday, 1 March 2013

Mau Cerdas? Ngapal Qur'an aja...:)

0 comments
Dokumen Pribadi
Dua hari yang lalu saya diajak jalan-jalan ke gedung MIT Isy Karima. Dan saya sangat tidak menyesal berkunjung ke sana, karena banyak hal baru yang saya pelajari. Saya baru tahu, ternyata sejak dua minggu lalu ada program baru yang diterapkan asatidz di MIT Isy Karima ini. Program mulazamah untuk beberapa anak pilihan. Dan yang lebih luar biasa pengajarnya didatangkan langsung dari Mesir, Syeikh Ramadhan bersama istri.

Kelas anak-anak yang mengikuti mulazamah disendirikan dengan anak-anak lain. Mereka belajar 5 hari dalam seminggu. Empat hari untuk pelajaran tahfizh, bahasa arab dan hadits. Sedangkan satu hari untuk pelajaran sains, bahasa inggris, bahasa indonesia dan matematika. Iri, envy bin jealous banget sama mereka. Gimana enggak? Mereka sudah mulai menghafal al-Qur’an dan hadits arbain di usia belum genap sepuluh tahun. Bukan hanya itu, mereka bisa menghafal surat at-Tahrim, ath-Thalaq dan ath-Thagabun.

Sangat appreciate sama program yang diadakan sama Isy Karima ini. Anak-anak spesial ini sibuk menghafal al-Qur’an sementara teman-teman lain seusianya ‘dieksploitasi’ orang tuanya untuk mengikuti berbagai kontes menyanyi, dancing ataupun modeling.

Friday, 22 February 2013

Adab Makan Sesuai Sunnah

0 comments

dokumen pribadi :)
Denger anak-anak TK di sebelah rumah lagi diajarin baca do’a sebelum makan sama bu gurunya. Masih inget dulu waktu TK kita diajarin baca doa sebelum makan yang bunyinya gini : "Allahumma baariklanaa fii ma rozaqtana wa qina adzabannar"
اللّهُمّ بارِك لنا فِيما رزقتنا ، وقِنا عذاب النّارِ
Atau bahkan orang tua kita di rumah, atau nenek-kakek, paman-bibi, bude-pakde kita yang mengajarkannya. Ternyata doa ini diriwayatkan oleh Imam Ibn As Sunni dalam kitab beliau ‘Amal al-Yaum wa al-Lailah dengan sanad dan matan berikut :

قال ابن السني حدثني فضل بن سليمان ، ثنا هِشامُ بنُ عمّارٍ ، ثنا مُحمّد بن عِيسى بنِ سُميعٍ ، ثنا مُحمّدِ بنِ أبِي الزُّعيزِعةِ ، عن عَمرِو بنِ شُعيبٍ ، عن أبِيهِ ، عن جده عَبدِ اللهِ بنِ عَمرٍو ، رضي الله عنهما ، عنِ النّبِيِّ صلى الله عليه وسلم ، أنّهُ كان يقُولُ فِي الطّعامِ إِذا قُرِّب إِليهِ : اللّهُمّ بارِك لنا فِيما رزقتنا ، وقِنا عذاب النّارِ ، بِاسمِ اللهِ

Ibn as-Sunni berkata Fadhl bin Sulaiman menceritakan kepadaku bahwa Hisyam bin Ammar menceritakan kepada kami bahwa Muhammad bin Isa bin Sumai’ menceritakan kepada kami bahwa Muhammad bin Abi Zu’aiza’ah menceritakan kepada kami dari Amr bin Syu’aib dari bapaknya Syua’ib dari kakeknya Abdullah bin Amr bin Al ‘Ash radhiyallohu anhuma dari Nabi Muhammad shalallohualaihi wa sallam adalah beliau membaca pada saat makanan didekatkan ke beliau, “Allahumma Baarik Lanaa Fiimaa Razaqtanaa wa Qinaa ‘Adzaaban Naar, Bismillah” (“Ya Allah berkahilah apa yang Engkau rezkikan kepada kami dan jauhkanlah dari kami siksa neraka, dengan menyebut nama Allah”)

Tuesday, 12 February 2013

Menulis itu Bercara

0 comments

Yup abis ujian berburu bacaan. Alhamdulillah nemu buku kumpulan tweet yang recomended banget buat dibaca. Insya Allah nggak bakal nyesel deh baca buku ini. Ini ada salah satu tulisan gurunda Salim A. Fillah yang bikin greget banget. Terutama buat para pemula di bidang tulis menulis seperti saya. Hepi reading guys :)

Menulis adalah mengikat jejak pemahaman. Akal kita sebagai karunia-Nya, begitu agung dayanya menampung sedemikian banyak data-data. Tetapi kita kadang kesulitan memanggil apa yang telah tersimpan lama; ilmu dahulu itu berkeliaran dan bersembunyi di jalur rumit otak. Maka menulis adalah menyusun kata kunci tuk buka khazanah akal; sekata tuk sealinea, sekalimat tuk se-bab, separagraf tuk sekitab. Demikianlah kita pahami kalimat indah asy-Syafi’i, “Ilmu adalah binatang buruan, dan pena yang menuliskan adalah tali pengikutnya.”

Menulis juga jalan merekam jejak pemahaman; kita lalui usia dengan memohon ditambah ilmu dan dikarunia pengertian. Adakah kemajuan? Itu bisa kita tahu jika kita rekam sang ilmu dalam lembaran. Kita bisa melihat perkembangannya hari demi hari, bulan demi bulan. Jika tulisan kita tiga bulan lalu telah bisa kita tertawai, maka terbaca adanya kemajuan. Jika masih terkagum juga, itu menyedihkan.

Lebih lanjut, menulis adalah mengujikan pemahaman kepada khalayak, yang dari berbagai sisi bisa memberi penyaksamaan dan penilaian. Kita memang membaca buku, menyimak kajian, hadir dalam seminar dan sarasehan, tapi kebenaran pemahaman kita belum terjaminkan. Maka menulislah, agar jutaan pembaca menjadi guru yang meluruskan kebengkokan, mengingatkan keterluputan, membetulkan kekeliruan.

Lebih Baik dari Dunia dan Seisinya

0 comments

Apa yang paling Anda inginkan di dunia ini, Rumah Mewah? Harta melimpah? Suami atau istri sholeh atau sholehah? Anak-anak sholeh dan sholehah? Manakah yang Anda pilih?

Tahukah Anda ada yang lebih baik dari itu semua, bahkan lebih baik dari dunia dan seisinya. Untuk mendapatkannya gampang gan, nggak perlu ngeluarin duit banyak, nggak perlu tenaga besar, dan nggak perlu belajar ilmu bisnis untuk mendapatkannya. Caranya mudah bin simpel banget. Nggak percaya? Hah...masa sih? Ciyuss Miapah? (efek ujian-.-“)

Ini tawaran luar biasa yang Allah dan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam berikan kepada kita.  Sesuatu yang lebih berharga dari dunia seisinya ini tentulah bukan dunia, bukan pula isinya. Ia adalah sesuatu yang lain dan berbeda. Cukup dengan sholat dua rakaat sholat sunnah Fajr yang dilakukan sebelum sholat Shubuh.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

Dua rakaat shalat sunnah Fajar lebih baik daripada dunia dan seisinya. (HR. Muslim no 96)

Friday, 8 February 2013

Menghadapi Anak yang Menarche di Usia Dini

1 comments


“Kak Rahma menstruasi itu apa sih? Temenku ada yang udah menstruasi lho Kak!”, tanya Sofie, gadis cilik kelas 3 SD saat sedang privat. Bingung. Jujur saya bingung untuk menjelaskan dan mencari kata-kata yang pas dan mudah dimengerti bagi anak kelas 3 SD ini.

Maklum saya belum jadi orang tua, makanya saya bingung banget buat menjelaskan hal ini sama anak-anak. Mungkin kalau udah jadi orang tua sudah lebih biasa menghadapi soal-soal seperti ini. Ketika adik saya duduk di kelas 6 SD dia juga bertanya hal yang sama kepada saya.

Saya mencoba menjelaskan dengan bahasa yang nggak njlimet dan mudah dimengerti olehnya. Adik saya juga bertanya hal yang sama ke ibu, tapi dia merasa kurang puas. Kebetulan dia mengalami menarche kelas 6 SD. Dan dia termasuk yang lebih dulu haid dibanding teman-temannya. Pada saat menarche, dia lebih banyak bertanya ke saya daripada ibu. Penjelasan ibu tidak terlalu gamblang, sedangkan adik bontot saya ini banyak tanya. Wait… menarche apaan yak? Menarche adalah haid atau menstruasi pertama kali yang dialami oleh seorang wanita. Nah sekarang haid itu apa yak?

Monday, 31 December 2012

Masih Pacaran? Udah Putusin Ajah!

0 comments
Besok udah tahun 2013 tapi masih pacaran? Udah putusin ajah. Hari gini udah nggak jaman yang namanya pacaran. Mending nikah lebih halal. Masih galau, bimbang, resah dan gelisah buat mutusin pacar? Mangga lah dibaca chirpstory dari ustadz Felix Siauw.

Masih Pacaran? | Udah Putusin Aja.. :D


So... udah putusin aja, daripada ternak dosa mendekati zina. ^^

Friday, 28 December 2012

Menjadi Orang Yang Dimuliakan

0 comments

Mulia? Siapa tidak ingin menjadi mulia? Setiap orang ingin menjadi mulia dan dimuliakan bukan? Mudah sekali untuk menjadi mulia. Tidak perlu menggadaikan harta benda. Tak perlu menelaah berbagai macam hukum geometri. Bahkan tak perlu mengotak-atik kalkulus. Mungkin bertanya dengan seorang Albert Einstein pun tak akan mendapatkan jawabannya.
Hasan al-Bashri berkata Barangsiapa memuliakan Allah, maka Allah akan memuliakannya. Barangsiapa menghinakan Allah maka Allah akan menghinakannya.
Yap... cukup dengan memuliakan Allah maka Allah akan memuliakanmu dan kau pun akan menjadi orang yang mulia. Lantas bagaimana kita bisa memuliaka Allah?
Ada sebuah hadits Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam yang berbunyi :
إن من إجلال الله تعالى إكرام ذي الشيبة المسلم وحامل القرآن غير الغالي فيه والجافي عنه وإكرام ذي السلطان المقسط
“Sesungguhnya termasuk pengagungan kepada Allah adalah memuliakan orang yang sudah beruban lagi muslim, memuliakan ahli Qur’an dengan tidak berlebihan dan tidak menyepelekannya, dan memuliakan para pemimpin yang berbuat adil.” [1]

Thursday, 20 December 2012

Menjemput Pertolongan Allah

0 comments

http://abidasays.tumblr.com/

Allah subhanahu wa ta’ala menyebutkan dalam surat al-Baqarah ayat 214 bahwa pertolongan Allah amatlah dekat. Dan kemenangan Islam adalah sebuah keniscayaan. Tapi bila kita melihat realita yang ada sekarang masih banyak ummat Islam yang tertindas dan dizhalimi. Jika kita perhatikan di Afghanistan, Rohingnya, Palestina, Suria, bahkan di Indonesia banyak ummat Islam disiksa dan dianiaya. Sudah ribuan nyawa ummat Islam hilang karena kekurangan gizi. Lalu manakah pertolongan Allah? Kenapa sampai sekarang pertolongan Allah belum juga datang?
Kawan.. pertolongan Allah pasti akan datang. Allah juga akan memenangkan agama-Nya. Hanya saja sudah pantaskah kita untuk menjadi pemenang? Sudah layakkah kita mendapat pertolongan Allah? Pertolongan Allah itu harus kita jemput. Tidak hanya berpangku tangan dan pasrah dengan situasi yang ada. Terus kita harus gimana?

Monday, 17 December 2012

No more AS, SAW or SWT !

0 comments
“Kalau ada murid saya yang menyingkat kata shalallahu ‘alaihi wa sallam menjadi SAW atau subhanahu wa ta’ala menjadi SWT pada lembar jawabannya langsung saya coret dan saya salahkan. Sekalipun jawabannya benar, tapi kalau sampai ada singkatan itu tetap saya salahkan”, ucap ustadz saya ketika sedang ta’lim.
Iih... ustadz lebay sampai segitunya. Kan singkatan menghemat kertas. Batin saya sebelum mendengar penjelasan dari beliau. Saya baru tahu kalau ternyata tidak pantas bagi seorang tholabul ‘ilmi seperti itu. Kurang lebih begini penjelasannya.
Dalam Islam pada hakikatnya setiap perkataan adalah doa. Baik itu perkataan baik maupun buruk. Oleh karena itu kita dianjurkan untuk selalu berkata baik atau diam. Contoh simple-nya adalah assalamu’alaikum. Yah...kata yang teramat masyhur di kalangan masyarakat Indonesia ini –bukan hanya yang beragama Islam- mengandung doa yang luar biasa. Assalamu’alaikum adalah bahasa Arab yang artinya ‘semoga keselamatan atasmu’. Tapi sayang banyak yang lebih senang memplesetkan pengucapannya supaya lebih mudah menjadi ‘samlekum’ atau ‘samelekum’. Beda pengucapan tentunya beda arti. Kata ‘samlekum’ tentunya sudah berbeda makna dengan assalamu’alaikum. Ucapan yang awalnya berisi doa berubah menjadi sapaan biasa. Atau bahkan ada yang menyingkatnya menjadi ass. Padahal maknanya sangat jauh berbeda dengan assalamu’alaikum. Mungkin maksudnya ingin mengucapkan salam tapi kalau orang yang diucapi salam tidak mengerti maksudnya dan menganggap itu adalah bahasa inggris yang artinya orang bodoh, gimana coba?
Kita dianjurkan untuk memberi ucapan selamat dan mendoakan kaum muslimin yang masih hidup maupun yang sudah meninggal. Kepada yang masih hidup dan kebetulan kita berjumpa dengannya atau menyapanya melalui dunia maya, sms ataupun surat hendaknya kita mengucapkan assalamu’alaikum.

Friday, 14 December 2012

The Virtue of Memorizing The Quran

0 comments
Every Muslim has a strong desire to memorize the Quran. Coz whoever memorizes Qur'an and acts upon it, Allah will reward him and honour him greatly for that, so that he will rise in status in Paradise to a level commensurate with what he memorized of the Book of Allah. There are many virtues to memorize Quran.
“The likeness of the one who reads Qur'an and memorizes it is that he is with the righteous honourable scribes. The likeness of the one who reads it and tries hard to memorize it even though it is difficult for him, he will have two rewards.” (Narrated by Bukhari and Muslim)
“It will be said to the companion of the Qur’aan: Recite and rise in status, recite as you used to recite in the world, for your status will be at the last verse that you recite.” (Narrated by at-Tirmidhi no. 2914 and Abu Dawood no. 1464)
This hadeeth was classed as saheeh by al-Albaani in al-Silsilah al-Saheehah, 5/218, no. 2240, after which he said:
Note that what is meant by the “companion of the Qur’aan” is the one who memorizes it by heart, as the Prophet (peace and blessings of Allaah be upon him) said, “The one who knows more Qur’aan should lead the people in prayer,” meaning the one who has memorized the most.  The differentiation in status in Paradise will depend on how much was memorized in this world, not how much one will recite on that day as some people imagine. This clearly points to the virtue of the hafiz who has memorized the Qur’aan, but that is subject to the condition that he memorizes it for the sake of Allaah, not for worldly purposes or financial gain. Otherwise the Prophet (peace and blessings of Allaah be upon him) said: “Most of the hypocrites of my ummah are among those who have memorized Qur’aan.”

Friday, 11 May 2012

JANGAN JADI MUSLIMAH GALAU

0 comments
Galau…sebuah kata yang sudah ada sejak dulu, tapi kini terangkat lagi menjadi trend anak muda. Kata ini mulai booming kembali di situs-situs jejaring sosial saat ini. Berbagai media elektronik. lainnya pun tidak mau kalah untuk ikut mempopulerkan kata ‘galau’ ini. Malah ada sebuah iklan salah satu operator telepon seluler yang slogannya begini ”Tanpamu aku galau!“. Duh...duh...duh....hampir keseharian kita dicekoki dengan kata ’galau‘. Ketika hape hilang buat status di facebook ’galau’, ujian dapet nilai sisir (baca E) tweetnya ’galau’, kantong menipis share di google plus ‘galau’, dan segala hal yang tidak mengenakkan plus bikin bete, kata-kata yang pertama keluar adalah galau. Sebenarnya apa sih galau itu?
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata galau apabila diberi imbuhan ber-, bergalau memiliki makna sibuk beramai-ramai, ramai sekali, kacau tidak keruan (pikiran). Sedangkan apabila diberi imbuhan ke-an, kegalauan maka maknanya adalah sifat (keadaan hal) galau. Jadi, galau itu lebih condong kepada hal-hal yang tidak mengenakkan hati, bikin bete, bad mood, kacau, nggak karuan. Nah lho...sebegitu kacaukah keadaan yang dialami sampai harus mengucap kata ‘galau’?

Saturday, 28 April 2012

MAKNA DI BALIK SEPERANGKAT ALAT SHOLAT

0 comments

14098_124194944263658_100000194586075_297090_6901582_n “Saya terima nikah dan kawinnya Nabila binti Ahmad dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan mushaf Al-Qur’an dibayar tunai!”

Sering kita dengar kata-kata ini ketika menghadiri akad nikah sesorang. Bagi yang beragama Islam, pasti mas kawin berupa peralatan sholat dan mushaf Al-Qur’an sudah menjadi sebuah keniscayaan. Apalagi di negara yang katanya mayoritas Islam ini, aneh rasanya apabila ada seorang Muslim yang tidak menyertakan 2 mas kawin wajib itu dalam akad nikahnya. Bahkan ketika proses ta’aruf atau ketika sedang memperbincangkan masalah mas kawin yang akan diberikan mempelai laki-laki kepada mempelai perempuan pasti yang pertama kali disanggupi adalah seperangkat alat sholat dan mushaf Al-Qur’an. Mengapa demikian? Adakah makna khusus dibalik pemberian dua mas kawin wajib tersebut?

Sangat disayangkan, setelah akad nikah selesai, perlengkapan sholat yang dijadikan sebagai mahar terbungkus rapi di dalam lemari tak pernah tersentuh. Tak jauh beda dengan mushaf Al-Qur’an yang dijadikan mas kawin tersimpan rapi di rak buku dan hampir berdebu. Dua barang yang dijadikan sebuah keniscayaan dalam mas kawin itu hanya menjadi pajangan usai ijab kabul. Padahal ada makna spesial di balik pemberian perlengkapan sholat dan mushaf Al-Qur’an sebagai mahar.

Ketika seorang mempelai pria mengucapkan ”Saya terima nikah dan kawinnya fulanah binti fulan dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan mushaf Al-Qur’an“, ada ’beban‘ baru yang dipikulnya. Beban itu adalah sang suami berkewajiban untuk mengajarkan sholat kepada sang istri yang disimboli dengan pemberian seperangkat alat sholat. Suami juga berkewajiban untuk menjaga sholat istrinya dengan terus mengingatkannya dan membimbingnya supaya tidak melewatkan kewajiban yang satu ini. Karena sholat adalah amalan pertama kali yang akan dihisab pada yaumul hisab kelak.

Begitu pula dengan mas kawin berupa mushaf Al-Qur’an. Mungkin bagi sebagian orang dua mahar ini dianggap sebagai mahar yang murah meriah dan mudah didapatkan di negara yang mayoritasnya Muslim ini. Tapi sebenarnya mahar mushaf Al-Qur’an adalah mahar termahal yang diberikan seorang suami kepada istrinya. Mengapa? Karena dengan memberikan mushaf Al-Qur’an, berarti suami wajib untuk mengajarkan istrinya semua isi dari Al-Qur’an yang diberikannya kepada istri dari surat Al-Fatihah hingga surat An-Naas. Suami berkewajiban untuk mengantarkan istrinya kepada akhlaqul qur’an. Suami juga berkewajiban untuk membawa keluarganya kepada kehidupan rumah tangga berdasarkan Al-Qur’an dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman kehidupan rumah tangganya. Bagaimana mahal banget kan mahar yang satu ini?!?

Sangat disayangkan ternyata realitas yang ada tidak demikian. Mushaf yang dulunya dibungkus rapi sebagai mahar itu tetap terbungkus rapi dalam plastik bening bergambar hati yang kini tergeletak di dalam buffet. Tak jauh berbeda dengan seperangkat alat sholat yang dulunya dibungkus rapi di dalam keranjang yang dihiasi kertas berwarna-warni kemudian di bungkus dengan plastik bening yang juga bergambar hati itu tersimpan rapi di sebelah mushaf Al-Qur’an. Dan dengan bangganya si empunya barang tersebut memamerkan kepada tamu yang hadir, “Ini lho mahar yang dulu diberikan suami saya!”

Tak jadi masalah apabila mahar yang diberikan itu sengaja disimpan, karena memiliki mushaf dan peralatan sholat lain. Yang jadi masalah adalah ketika, seusai ijab kabul suami masa bodoh dengan janji yang dulu diucapkannya dan tidak mengindahkan ‘beban’ baru yang harus dipikulnya. Seorang suami memiliki kewajiban untuk menjaga istri dan anak-anaknya dari api neraka, sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala dalam surat At-Tahrim ayat 6 :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا

”Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka...“

Adh-Dhahak berkata adalah kewajiban bagi seorang Muslim untuk mengajarkan keluarganya, kerabatnya, serta hamba sahaya yang dimilikinya apa-apa yang diwajibkan Allah dan apa-apa yang dilarang Allah. (Lihat Tafsir Al-Qur’an Al-’Azhim, Ibnu Katsir)

Dalam kehidupan rumah tangga tanggung jawab ini diamanahkan kepada suami sebagai imam dalam keluarga. So...buat para istri yang mendapatkan mahar seperangkat alat sholat dan mushaf Al-Qur’an tapi belum diajarkan isi dari Al-Qur’an, jangan ragu untuk menagihnya kepada suami. Sekalian mengingatkan suaminya, amanat yang mungkin terlupakan oleh suami. Dan untuk para suami yang ketika akad nikah memberikan mahar seperangkat alat sholat dan mushaf Al-Qur’an, dan belum memiliki andil dalam menjaga sholat istrinya dan mengajarkan isi Al-Qur’an yang diberikan, hayuu atuh diajarkan istrinya. Biar istrinya makin sholehah, dan keluarga sakinah, mawaddah, warahmah, yang diimpikan bisa tercapai. Lalu buat para calon istri dan suami, mulailah mempersiapkan bekal untuk berlayar dalam bahtera rumah tangga kehidupan. Hehehehe….gayanya udah kaya expert dalam masalah rumah tangga. Padahal mah saya belum nikah…:DD

Yah…itung-itung bagi ilmu apa yang disampaikan sama Dr. Mu’inudinillah Basri, pada mata kuliah Fiqh Siyasah. Mata kuliah Fiqh Siyasah koq bisa ngebahas masalah nikah ya?….

Wallahu a’lam bishowab

Friday, 20 April 2012

PERCANTIK DIRI DENGAN BAHAN ALAMI

0 comments
Setiap wanita pasti ingin terlihat cantik, apalagi di hadapan suami. Dan sudah menjadi fitrah seorang wanita untuk selalu mempercantik diri hari demi hari, wa bil khusus bagi yang sudah menikah. Seorang istri wajib memperhatikan penampilannya supaya tetap terlihat cantik dan enak dipandang oleh suami. Suami pasti senang sekali apabila ketika datang ke rumah, istrinya berwajah segar dan sudah berdandan, menyambut kedatangan suami. Bukan malah ketika suami datang, penampilan berantakan, boro-boro dandan, muka item-item kena areng dari wajan.
Eits….buat muslimah yang belum menikah juga harus tetap memperhatikan penampilan diri lho, buat aset sebelum menikah….hehehehe:DD Tapi awas jangan berlebihan ya, karena bisa membuat fitnah. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk membuat penampilan tetap cantik. Ada cara yang mahal, ada juga cara yang murah meriah. Cara yang mahal adalah dengan pergi ke klinik kecantikan secara rutin atau ke salon. Sedangkan cara yang murah adalah cukup berdiam diri di rumah dan memanfaatkan bahan-bahan alami yang ada untuk perawatan. Daripada bayar mahal-mahal ke salon atau klinik kecantikan, lebih baik kita memanfaatkan bahan-bahan alami yang ada di sekitar kita. Selain lebih murah, bahan-bahan yang digunakan juga alami dan Insya Allah tidak berbahaya. Lumayan kan uang untuk ke salonnya bisa digunakan untuk belanja kebutuhan.
Banyak bahan-bahan alami yang bisa kita manfaatkan untuk maskeran atau luluran. Ada apel yang bisa bikin muka fresh, pepaya yang bisa meminimalisir kerut di wajah, madu yang bisa menghilangkan bekas jerawat, alpukat yang bisa melembabkan kulit, mentimun yang bisa menyegarkan mata dan masih banyak lagi lainnya. Nah berikut ini ada tips-tips yang bisa ukhti praktekkan di rumah.

Saturday, 10 March 2012

Curahan Hati Galaunya Seorang Ukhti…:D

0 comments
Ada seorang perempuan bercerita kepada saya, dia menyukai seorang laki-laki. Karena dia tahu bahwa dalam Islam tidak ada istilah pacaran dia mencoba memendam perasaannya, sambil terus mengagumi pria yang disukainya dalam diam. Dia mencoba untuk memendam perasaan ‘aneh’ di hatinya setiap dia bertemu dengan lelaki yang ia sukai, tapi tetap saja tidak bisa. Setiap bertemu dengan laki-laki itu, disengaja atau tidak dia langsung salah tingkah. Akhirnya dia mencoba untuk menghindarinya. Maklum mereka sama-sama menuntut ilmu di satu sekolahan. Dia terus berusaha untuk memendam perasaannya dengan laki-laki itu (sebut saja namanya Bagas).
Perempuan yang bercerita kepada saya tadi (sebut saja Vika) terus memendam perasaannya hingga ia lulus SMA dan melanjutkan kuliah. Vika dan Bagas kuliah di universitas yang berbeda. Bagas kuliah di Propinsi Jawa Barat dan Vika kuliah di Jawa Tengah. Vika aktif mengikuti organisasi mahasiswa di kampusnya, terutama LDK. Dia juga aktif ikut ta’lim sana-sini. Vika merubah penampilannya, lebih menutup aurat. Dulu dia biasa menggunakan celana dan anti dengan rok, saat ini dia selalu menggunakan jubah. Waktu terus berlalu, namun Vika tetap menyimpan perasaan kepada Bagas. Sempat terbersit dalam pikirannya untuk mengungkapkan perasaannya kepada Bagas. Namun ia berpikir “untuk apa saya mengungkapkannya? Toh tidak akan ada kelanjutannya.” Maksud dia, biasanya orang-orang yang mengungkapkan perasaannya tujuannya untuk pacaran, sedangkan dia mencoba untuk menjaga dirinya dari pacaran. Sempat terbersit pikiran untuk berpacaran seperti teman-temannya, namun ia ingat larangan Allah untuk tidak mendekati perbuatan zina.
 

Ich bin Muslime ^^ Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template